Menulis Itu Menyenangkan

09 Jan, 2011

Lubang Mampet?…Carilah Tiang Listrik!

Posted by: ceppi In: Artikel

Apakah anda merasa kesal, jika tiba-tiba kloset kamar mandi anda tiba-tiba mampet, sehingga anda tidak bisa menunaikan keinginan (maaf) membuang hajat anda?
Pastinya kesal dan kecewa, apalagi misalnya perut anda sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Akhirnya…mungkin…numpang di rumah tetangga dengan sedikit menahan rasa malu.

Setelah itu, anda tentunya akan mencari orang yang bisa membetulkan kloset mampet anda supaya salurannya bisa kembali lancar, alias jasa penyedot WC. Di mana mencarinya?

Gampang saja…tinggal keluar rumah, lihat di pagar rumah anda, atau pun kalau tidak ada…agak ke luar lagi mencari tiang listrik terdekat. Dijamin anda akan bisa menemukan stiker iklan bertuliskan “SEDOT WC” lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi. Pada pagar atau satu tiang listrik, bisa lebih dari satu, dua, tiga, bahkan lebih dari lima stiker bertuliskan “SEDOT WC” tersebut. Tinggal dipilih…dipilih…mana yang akan anda telepon.

Nah, begitu gampangnya kita mendapatkan nomor telepon jasa tersebut, dan begitu gencarnya iklannya berupa stiker-stiker yang terpasang di setiap titik lingkungan rumah kita, di seantero Cikarang Baru ini. Bahkan mungkin juga se-Jabodetabek! Atau mungkin se-Jawa?


Menghiasi pagar-pagar rumah kita! (Sumber gambar: Klik saja!)

Apakah penyedia jasa layanan “sedot WC” ini memang benar-benar banyak, sehingga iklannya bertebaran di mana-mana? Atau kasus mampetnya WC rumah, sering terjadi?
Terus terang, saya tidak tahu, karena kloset di rumah saya belum pernah mengalami masalah. Anda punya pengalaman dalam hal ini?

Yang pernah saya alami, adalah melihat bagaimana seseorang yang menyebarkan dan menempelkan stiker-stiker tersebut di pagar-pagar, tiang-tiang, tembok-tembok, dan lain-lain di lingkungan tempat tinggal kita (mudah-mudahan mereka tidak menempelkannya di sepeda motor atau mobil anda …hehehe…). Dan kebetulan kemarin pagi, istri saya berkesempatan mendapatkan foto orang yang sedang menempelkan stiker tersebut. Mem-foto-nya dengan curi-curi tentunya….:)…dan hanya menggunakan kamera hape.

Terlihat orang ini dari tiang ke tiang membawa kertas reklame “SEDOT WC” dan menempelkannya di sana. Lihat bagaimana stiker itu ditempelkan! (foto by istri saya)

Lucunya, stiker yang ditempelkan itu bisa sampai bertumpuk dengan stiker yang sebelumnya. Apa itu stiker dari perusahaan kompetitornya ya?
Wuahh…lingkungan kita jadi kotor dan tidak sedap dipandang mata. Juga jadi berkesan bahwa masyarakat kita produktif dalam menghasilkan…..hehehe….sehingga cepat mampet!

Meskipun jasa mereka sewaktu-waktu dibutuhkan, tapi mbok ya mereka harusnya memperhatikan kebersihan lingkungan. Jangan sembarang menempelkan kertas di sembarang tempat. Apa nggak bisa mereka membuat semacam brosur dan membagikannya ke rumah-rumah? Buat iklan yang lebih menarik dan simpatik.

WC Mampet….manna tahaaan….!

Lingkungan kotor….manna tahaaan juga….! (CP, Jan 20111)

Salam,

http://ceppi-prihadi.blogspot.com

http://bloggercikarang.com

02 Jan, 2011

Membuat Anak-anak Melayang di Udara

Posted by: ceppi In: Artikel

Bukan cuma Superman yang bisa terbang, bergerak atau pun diam, di udara. Anak-anak kita pun bisa  melakukan perlawanan terhadap gravitasi bumi ini dengan melayang di udara (hover). Tidak tinggi memang, hanya berjarak beberapa belas atau beberapa puluh senti dari atas tanah atau pun lantai. Berapa lama? Ya…selamanya!

Lho, kok bisa?

Tentu saja bisa, karena mereka memanfaatkan teknologi. Teknologi digital!

Hehehe…bagaimana caranya?

Dengan menggunakan kamera digital!

Ya, dengan benda berteknologi digital yang sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari kita ini termasuk anak-anak…mereka dapat berkreasi menciptakan foto diri mereka dalam keadaan terbang di udara. Dalam kondisi diam tentunya!

Awalnya anak-anak saya, Andra dan Sasha, sewaktu kami berada di rumah tante mereka bermain-main dengan kamera digital milik Ibunya, bergantian saling mengambil gambar di luar rumah . Dan beberapa saat kemudian mereka masuk ke dalam rumah sambil berlari-lari menghampiri saya dengan berteriak-teriak, “Pah, nih kita bisa terbang!”. Andra menunjukkan kamera dengan display yang sedang menyala.

Saya memperhatikan yang ada di display kamera. Rupanya foto Andra tengah melayang di udara. Menggeser ke belakang, juga melihat foto Sasha sedang terbang. Menggeser lagi, ada beberapa foto yang kelihatannya…terbang gagal. Ya, mungkin sebelumnya mereka mencoba beberapa kali, namun belum mendapatkan foto yang benar-benar memperlihatkan kondisi mereka sedang terbang.

Wah, kreatif juga nih anak-anak!

Inilah hasil karya main-main mereka.
sasha oleh andra
Foto oleh Andra…Sasha sedang melayang di udara. Sayang wajah Sasha tidak terlihat!


andra oleh sasha
Foto oleh Sasha…Andra terlihat sedang terbang! Sambil senyum lagi!

Melihat kreasi mereka, saya pun penasaran ingin mencobanya. Saya mengajak Sasha kembali ke teras, dan meminta dia untuk terbang dan mem-fotonya.

“Satu…dua…tiga…klik!” Sasha mulai terbang saya pun menekan tombol bukaan rana kamera. Namun…kok fotonya Sasha sudah mendarat di lantai sih?

Ooo…rupanya kurang pas timingnya! Dicoba lagi…”Satu…dua…tiga…klik!”

Yang kedua masih gagal juga. Belum pas! Saya meminta Sasha sendiri yang menghitung sebelum dia memulai terbang.

“Satu…dua…tiga!”

Sebelum Sasha mulai terbang, saya sudah menekan tombol, dan ternyata memang kamera mengambil gambar agak terlambat namun saat itu pas Sasha sedang berada di posisi tertingginya.

CIMG0144
Foto oleh saya….Sasha terlihat ekspresif sewaktu terbang!

Ooo…ternyata kita harus seperti itu, menekan tombol sebelum yang difoto meloncat. Kalau tidak, tidak akan terambil gambar terbangnya…karena yang bersangkutan sudah kembali menjejak permukaan bumi.

Sederhana sih…bisa dilakukan oleh siapa pun, hanya bermodalkan kamera digital. Cukup menggembirakan anak-anak…mereka merasa sudah terbang seperti Superman. Dan juga, melatih kita berkoordinasi antara yang difoto dengan yang mem-foto.

Anda mau mencobanya? Yuk! (CP, Jan 2011)

Salam,

http://ceppi-prihadi.blogspot.com

http://bloggercikarang.com

18 Dec, 2010

Belanja Tanpa Kantong Plastik

Posted by: ceppi In: Artikel

Saya pernah membicarakan, dalam posting sebelumnya, bagaimana sampah plastik membahayakan lingkungan dan kehidupan yang berada di dalamnya, termasuk kehidupan kita manusia. Okupansi alam ini, baik tanah di permukaan maupun di dalam, air sungai dan laut, oleh sampah, telah menimbulkan efek yang buruk bahkan mengerikan!

Bagaimana mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh keberadaan sampah plastik itu, sementara kita sehari-hari sudah tergantung pada yang namanya kemasan plastik itu?

Pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Namun saya ingin menyampaikan cerita yang berhubungan dengan kemasan plastik ini.

Suatu saat sepulang saya mengantar istri berbelanja di sebuah hipermarket, saya memperhatikan kantong plastik yang digunakan untuk membungkus barang-barang belanjaan. Ada ilustrasi dan keterangan menarik pada kantong plastik tersebut.

Tertulis di bagian bawah kantong plastik itu: “Carrefour Peduli Lingkungan”.

Kantong plastik untuk membungkus barang belanjaan

Ilustasinya adalah PROSES DEGRADASI, dengan penggambaran produk kantong plastik ini yang mulai dari bulan ke-1, bulan ke-2, bulan ke-3, hingga bulan ke-24, mengalami degradasi atau kerusakan/kehancuran, sedikit demi sedikit. Butuh 24 bulan atau 2 tahun kantong plastik yang disebut “Ramah Lingkungan” ini untuk bersatu dengan alam!

Bayangkan, kantong plastik biasa membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai! Sangat lama, dan membutuhkan beberapa generasi manusia untuk “menikmati” efek sampahnya.

Jadi, jika dibandingkan dengan kantong plastik biasa, kantong plastik yang diklaim berpredikat “ramah lingkungan” ini sudah jauh lebih baik. Kita bisa melihat hancurnya plastik ini hanya dalam waktu hanya 2 tahun. Eh,…apakah benar kantong plastik tersebut hancur dalam waktu 2 tahun? Untuk membuktikannya, kita butuh waktu selama 2 tahun untuk mengikuti proses kehancurannya.

Terdapat logo “epi” dengan tambahan tulisan “total degradable”

Lalu, apa yang menyebabkan dia berbeda dengan kantong plastik biasa? Materialnya?

Materialnya, tentu saja. Materialnya memungkinkan si plastik hancur  lebih cepat Kenapa bisa begitu? Bukannya plastik itu tahan terhadap pengaruh lingkungan?

Ini informasi yang saya dapatkan hasil googling, dan saya rangkum serta paparkan dengan bahasa saya:

Kantong plastik yang bisa hancur/terurai dalam waktu relatif singkat(saya sebut relatif singkat, jika dibandingkan dengan 200 hingga 1000 tahun waktu hancurnya material plastik biasa) terdiri dari 2 macam, yaitu kantong plastik bio-degradable dan kantong plastik oxo-degradable. Kantong plastik bio-degradable berbahan dari bijih plastik dicampur 20% – 30% tepung tapioka atau tepung jagung. Mengandung bahan alami bukan? Meskipun masih juga menggunakan bijih plastik. Sayangnya lagi, karena menggunakan bahan alami tersebut biaya pembuatannya tinggi sehingga harga jualnya lebih tinggi dari harga jual kantong plastik biasa, bahkan bisa mencapai 5 kalinya!

Kantong plastik bio-degradable dengan merek Ecoplast

Berapa lama hancurnya kantong plastik bio-degradable ini? Katanya, dia hanya butuh sekitar 10 minggu (bukan 2 tahun), jika dianggap kantong plastik ini berada di TPA (tempat pembuangan akhir). Cukup singkat bukan?

Sementara itu, kantong plastik oxo-degradable terbuat bijih plastik biasa, ditambah zat lain/aditif yang menyebabkannya menjadi mudah terurai, dengan mengalami oksidasi oleh udara. Salah satu zat aditif itu bernama EPI, yang logonya terdapat pada kantong plastik yang saya lihat di atas itu. Oooo….

Skema proses degradasi kantong plastik EPI dan kembalinya ke alam (sumber gambar: http://pabrik-kantong-plastik.blogspot.com)

Kalau mau tahu lebih mendalam mengenai aditif EPI ini, kita bisa mengunjungi situs www.epi-global.com

Nah, kantong plastik exo-degradable ini, barulah hancurnya dalam 2 tahun! Seperti yang dicantumkan dalam kemasan pembungkus barang belanjaan tadi. Lebih lama dibandingkan dengan yang “bio”!

Dan, bukan cuma hipermarket C4 saja yang sudah menggunakan kantong plastik dengan logo EPI ini, namun beberapa usaha/merchant lain juga sudah memanfaatkannya. Gramedia, Ace Hardware, Holland Bakery, Gunung Agung, misalnya. Coba anda perhatikan kantong plastiknya, jika anda berbelanja di sana! Jika ada logo EPI, berarti kantong plastiknya sudah termasuk kantong plastik yang akan hancur dalam waktu sekitar 2 tahun.

Oh, ya. Setelah mencari-cari di rumah, saya pun menemukan bahwa kantong plastik dari Alfamart pun mencantumkan tulisan “TAS INI DAPAT HANCUR DENGAN SENDIRINYA” dengan logo “OXIUM” di sampingnya. OXIUM? Apa lagi nih?

(Teman saya Pak Firman berseloroh, kalimat “TAS INI DAPAT HANCUR DENGAN SENDIRINYA” mengingatkannya pada film Mission: Impossible di mana tugas rahasia yang harus dijalankan oleh agen Ethan Hunt direkam dalam media yang akan “hancur dengan sendirinya” dalam waktu beberapa detik setelah dilihat/diputar. Hahaha…ternyata AlfaMart pun secanggih MI!)

alfa

“TAS INI DAPAT HANCUR DENGAN SENDIRINYA”

Oxium ternyata serupa dengan EPI, merupakan zat aditif yang mempercepat kehancuran material plastik. Hanya, kalau EPI berasal dari produsen Kanada, Oxium ini adalah produk karya orang Indonesia! Nah, kantong plastik Alfamart ini menggunakan Oxium sebagai aditifnya.

Informasi mengenai Oxium, bisa anda peroleh di www.oxium.net.

Mulai sekarang, silakan anda sekarang mengamati berbagai kantong plastik belanjaan anda!

Mudah-mudahan makin banyak pengusaha lain yang mau mengikuti penggunanan kantong plastik yang bisa hancur sendiri ini. Tentunya, regulasi pemerintah dibutuhkan untuk “memaksa” para pengusaha agar mendukung salah satu program penyelamatan lingkungan ini.

Butuh Perubahan Sikap Masyarakat

Apakah dengan penggunaan kantong plastik degradable, baik bio maupun oxo, persoalan sampah (kantong) plastik sudah teratasi?

Tentu tidak. Karena baru sebagian kecil saja kantong plastik yang beredar di masyarakat yang berkarakteristik degradable, permasalahan sampah kantong plastik masih tersisa banyak. Proses reuse atau recycle material kantong plastik pun terbatas, apalagi kantong plastik yang sudah menjadi sampah dan berada di tempat sampah. Pernah dulu, ada edaran dari BPOM yang melarang penggunaan kantong kresek hitam yang umumnya berasal dari proses daur ulang karena dikhawatirkan mengandung bahan yang berbahaya, dari penggunaan kantong plastik sebelumnya yang untuk segala macam, termasuk untuk membungkus bahan-bahan kimia.

Kantong plastik yang degradable pun tidak dijamin bisa terurai 100% karena masih menggunakan bahan utama bijih plastik biasa. Juga tetap membutuhkan bahan dasar si bahan bakar fosil alias minyak bumi, yang perlu ditambang dengan berbagai konsekuensi pada alam dan lingkungan manusia sekitarnya.

Jadi bagaimana dong?

Sebenarnya yang menentukan adalah sikap dan kebiasaan kita sebagai penanggung jawab kehidupan di bumi ini. Jika kita tidak menginginkan lingkungan alam kita hancur oleh keberadaan sampah plastik, kurangilah sebanyak mungkin barang-barang dari plastik, khususnya dalam hal ini kantong plastik. Pakailah kemasan dari material yang lebih bersahabat dengan alam. Lebih mahal harganya, mungkin, namun kita tidak bisa mewariskan bumi yang sudah rusak kepada anak cucu kita. Ada benarnya pepatah: Bumi ini bukan warisan dari nenek moyang kita, melainkan titipan dari keturunan kita di masa mendatang. Jadi harus dijaga dan jangan sekali-sekali dirusak.

Opini masyarakat konsumen bisa berpengaruh besar terhadap sikap para pengusaha yang membuat dan menjual produk, terutama yang bermodal besar. Kita harus selalu kampanyekan bahayanya sampah plastik, dan menyerukan kepada semua komponen masyarakat agar mengurangi penggunaan kantong plastik yang tidak bisa terurai oleh alam. Salah satu contoh konkritnya, jangan mengunjungi supermarket yang masih menggunakan kantong plastik tidak terurai.

Langkah berani yang bisa dilakukan pengusaha hipermarket/ supermarket, adalah dengan tidak menyediakan kantong plastik bagi pembelinya, sehingga pembeli harus membawanya sendiri dari rumah. Namun apakah bisa berakibat berkurangnya pengunjung hipermarket/supermarket tersebebut, karena langkah yang tidak populer tersebut?

Di Singapura, ada lho beberapa pusat perbelanjaan yang tidak menyediakan kantong plastik bagi pembelinya! Dan pelanggan tetap saja datang berkunjung, dengan membawa kantong plastik sendiri tentunya. Harus ditiru tuh!

Ada baiknya kita kembali melakukan kebiasaan Ibu-ibu kita zaman dulu, yaitu berangkat ke pasar dengan membawa keranjang. Barang belanjaan kita, cukuplah di taruh di keranjang tersebut tidak perlu dibungkus kantong plastik. Kalau kita merasa malu atau gengsi untuk melakukannya, alternatifnya adalah kita membawa kantong plastik dari rumah, yang bisa dilipat sehingga tidak kelihatan orang. Atau, gunakan kantong plastik program khusus dari tempat anda berbelanja, yang bisa digunakan berkali-kali, dan jika sudah rusak kita bisa menukarkannya secara gratis dengan kantong plastik yang baru.

Kantong plastik untuk dipakai berkali-kali

Mana yang anda pilih: mau sedikit ribet sekarang atau mau lingkungan hidup untuk anak cucu buyut anda nanti rusak gara-gara sampah plastik? (CP, Des 2010)

Catatan: Bukan iklan untuk hipermarket/minimarket tertentu. Penyebutan nama maupun ilustrasi foto hanya untuk contoh.

Salam,

http://ceppi-prihadi.blogspot.com

http://bloggercikarang.com

14 Dec, 2010

Garansi Produk Elektronik

Posted by: ceppi In: Artikel

Anda tentu pernah membeli barang elektronik bukan?

Nilainya bisa ratusan ribu, namun juga bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Nah, sebagaimana produk yang dihasilkan dari proses manufaktur,  barang elektronik yang anda beli senilai itu memiliki kemungkinan mengalami kerusakan tidak wajar, sebelum waktunya.

Kemungkinan itu tidak bisa dihilangkan, sehingga produsen barang elektronik biasanya menyertakan jaminan terhadap barang yang diproduksi dan dijualnya, yang disebut “GARANSI”. Jaminan itu umumnya berupa pemberian hak kepada pemilik barang elektronik atas jasa perbaikan terhadap kerusakan secara gratis, termasuk penggantian suku cadangnya, dalam batas waktu tertentu. Masa berlaku hak atas penggantian suku cadang bisa sama dengan hak atas jasa perbaikan, bisa juga berbeda. Kalau berbeda, biasanya lebih singkat. Secara standar, garansi itu berlakunya 1 tahun sejak pembelian barang. Namun bisa lebih lama, tergantung kebijakan produsen, jenis dan tipe barang, serta program perpanjangan masa garansi dengan penambahan biaya pada saat pembelian.

Sebagai bukti bahwa produsen memberikan garansi terhadap suatu produk, mereka melengkapi produk yang dijual dengan yang disebut Kartu Garansi, kartu yang di dalamnya terdapat pernyataan produsen memberikan hak di atas kepada pembeli/pemilik produk tersebut. Juga aturan berlakunya hak/garansi tersebut (terms and condition), seperti masa berlaku dan kondisi kerusakan barang. Hmm…memang sih tidak semua kerusakan bisa diklaim ke produsen! Read the rest of this entry »

13 Dec, 2010

Sampah plastik…penghancur kehidupan

Posted by: ceppi In: Artikel

Penemuan minyak bumi oleh manusia, yang secara modern industri eksplorasi maupun eksplorasinya mulai muncul di pertengahan abad 19, merupakan anugerah dan juga bencana bagi manusia.

Begitu manusia bisa memanfaatkan minyak bumi ini sebagai bahan bakar, dan kini menjadi bahan bakar utama, kehidupan manusia berubah drastis. Industri yang menunjang kehidupan manusia berkembang pesat, dan teknologi transportasi telah memudahkan kehidupan manusia untuk berpindah tempat. Mesin-mesin yang digunakan industri dan alat-alat transportasi, seperti berlomba-lomba memanfaatkan bahan bakar fosil ini. Energi listrik yang di zaman modern ini menjadi kebutuhan pokok manusia, banyak yang dihasilkan pembangkit berbahan bakar minyak bumi ini.

Teknologi material pun berkembang. Material polikarbon atau yang biasa kita sebut plastik, dihasilkan dari pengolahan minyak bumi ini. Punya kelebihan mudah dibentuk, tahan terhadap lingkungan, ringan dan murah, plastik banyak menggantikan material lain yang sebelumnya didominasi logam dan material lainnya yang berasal langsung dari alam (misalnya tembikar yang berasal dari tanah liat, atau kayu yang berasal dari pepohonan). Barang-barang makin mudah dibuat dengan adanya plastik ini.

Namun pemanfaatan bahan bakar minyak bumi yang cenderung berlebihan ini tengah menghancurkan bumi tempat tinggal kita satu-satunya.

Read the rest of this entry »

10 Dec, 2010

Berkunjung ke Mekarsari

Posted by: ceppi In: Uncategorized

Tiket masuknya hanyalah 15 ribu rupiah, ditambah jika kita malas berjalan kaki untuk mengelilingi kawasan seluas  hektar ini, kita naik kereta dengan tiket 10 ribu per orang.

Buah-buahannya sangat banyak jenisnya

 

Ada menara pandang

Ada sebuah tempat yang sangat dibutuhkan dan dicari kita, khususnya jika kita sedang berada di luar rumah. Pada saat di luar rumah itu, kadang-kadang tubuh kita diberikan sinyal oleh organ tubuh kita di dalam untuk mengeluarkan sesuatu, alias membuang hajat, baik hajat kecil maupun hajat besar. Nah, untuk melakukan pembuangan hajat itu, kita yang merasa beradab dan biasa hidup bersih tentunya membutuhkan tempat khusus, yang tertutup dan tersedia air bersih. Bukan di tempat terbuka seperti di balik pohon atau pun semak-semak. Apalagi di balik mobil yang sedang parkir …hehehe…pas lagi berlangsung tiba-tiba mobilnya jalan…hiyyy…!

Tempat itu bernama toilet umum (public toilet). Dengan menyandang nama “umum”, penggunanya benar-benar umum, siapa pun bisa pakai. Bisa orang dewasa bisa anak-anak, bisa orang kaya bisa juga orang miskin. Biasanya tergantung lokasi di mana toilet itu berada. Toilet yang berada di hotel atau restoran berbintang, tentu penggunanya adalah orang-orang yang mampu berada di sana, yang pastinya dari kalangan berada. Sementara toilet yang berada di terminal bis antar kota, penggunanya lebih beragam. Read the rest of this entry »